Senin, 08 Agustus 2011

12 CANDI YANG MENARIK WISATAWAN

Jika Anda petualang dunia, silakan mencoba ke sebuah candi yang menawarkan arsitektur menakjubkan.
Berikut 12 Candi Yang Menakjubkan di Dunia.

Chion-in Temple
Chion-in Temple dibangun pada 1234 Masehi untuk menghormati pendiri Jodo (Tanah Murni) Buddhisme, seorang imam bernama Honen, yang berpuasa sampai mati. Candi ini merupakan bangunan tertua dari abad ke-17. Pengunjung yang datang  ke Chion, pertama harus melewati gerbang terbesar di Jepang: Gerbang dua-cerita San-mon.
Lonceng di kuil ini beratnya 74 ton. Fitur lain yang menarik dari Chion-in Temple adalah lantai Assembly Hall yang disebut uguisu-bari atau lantai burung bulbul, yang terbuat dari papan kayu dirancang untuk berderik setiap ada langkah kaki untuk memperingatkan para biarawan bila ada penyusup!

As the head temple of the Jodo (Pure Land) sect of Buddhism, Chion-in (or Chionin) in Kyoto is one of the most important sacred sites in Japan.

History

Pure Land Buddhism was founded in 1175 by the priest Honen, who taught that one could be reborn in the Pure Land (a heavenly paradise from which it is easy to attain nirvana), simply by calling on Amida Buddha in devotion and faith. Its simple teachings and applicability to common people helped Jodo Buddhism become the most popular sect in Japan.
Chionin Temple was built in 1234 on the site where Honen fasted to death in 1212. Due to earthquakes and fires, most of the present buildings date from the 17th century.
In October 2002, Chion-in Temple was used in the filming of the Tom Cruise movie The Last Samurai. It was standing in for Edo Castle.

Steps down from the big bell. Photo: Chris Gladis.

What to See 

The entrance to Chionin is through the two-story San-mon (main gate) and then up a steep flight of stairs. Standing at 79 feet (24 meters) tall, this is Japan's largest temple gate. It was built in 1619 and has been designated a Japanese National Treasure.
The gate is a fitting introduction to the expansive temple complex of Chionin, one of the largest in Japan and an important religious headquarters. At one time, the complex had 21 buildings. Because of fires and earthquakes, the oldest standing buildings are the Hon-do (Main Hall, 1633) and the Daihojo (Abbots' Quarters, 1639).
Chionin's temple bell (cast in 1633) is the heaviest in Japan, at 74 tons. It takes 17 monks to ring it at the New Year ceremony.
The Main Hall is also huge; it can hold 3,000 people. The corridor behind the Main Hall, which leads to the Assembly Hall, is an uguisu-bari (nightingale floor). This type of floor is constructed to "sing" at every footstep to warn the monks of intruders. You can walk underneath the corridor to examine the way the boards and nails are placed to create this inventive burglar alarm.
Honen's statue, designated a National Treasure, is enshrined in the Miedo.

Quick Facts

Names: Chionin, Chion-in
Type of site: Pure Land (Jodo) Buddhist temple
Dates: Founded 1234; current buildings 17th century
Records: Largest temple gate in Japan; heaviest temple bell in Japan
Address: 400 Hayashi-shita-cho 3-chome, Yamato-oji, Higashi-hairu, Shimbashi-dori, Kyoto, Japan
Phone: +81 (0)75 531 2111
Location: immediately north of Maruyama Park and Yasaka Shrine
Metro: Higashiyama Station on the Tozai Line
Bus: From Kyoto station take Bus 206 to the Gion stop
Hours: Mar-Oct: daily 9-4:30; Nov-Feb: daily 9-4. Not all buildings are open to the public.
Cost: ¥400

 SUMBER : http://www.sacred-destinations.com/japan/kyoto-chionin.htm

Borobudur
Pada abad ke-19, penjajah Belanda di Indonesia menemukan reruntuhan kuno besar jauh di dalam hutan Jawa. Ternyata mereka menemukan  kompleks Borobudur, struktur raksasa yang dibangun dengan hampir 2 juta kaki kubik (55.000 m2) dari batu.
Candi ini memiliki hampir 2.700 panel relief dan 504 patung Buddha. Sampai saat ini, tidak ada yang tahu pasti kapan dan mengapa itu dibangun. Beberapa sarjana percaya bahwa Borobudur sebenarnya adalah sebuah buku raksasa Buddhisme, karena Borobudur menceritakan kehidupan Buddha dan prinsip-prinsip ajarannya.

HISTORY


Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma.
Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini. Tidak ada bukti tertulis yang lebih tua yang memberi nama Borobudur pada candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Buddha.

Arti nama Borobudur yaitu "biara di perbukitan", yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha.

Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan juga tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15.

Pada tahun 1814 saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah Jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.

Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena mempertimbangkan bangunan yang sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambar. Karena penemuan itu, Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Namun pemugaran ini baru benar-benar mulai dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO.

Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Di setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama. Di setiap stupa terdapat patung Buddha. Sepuluh tingkat menggambarkan filsafat Buddha yaitu sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana. Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat paling atas. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala yang menggambarkan kosmologi Buddha dan cara berpikir manusia.

Di keempat sisi candi terdapat pintu gerbang dan tangga ke tingkat di atasnya seperti sebuah piramida. Hal ini menggambarkan filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan. Batu kemudian menjadi pasir, lalu menjadi tumbuhan, lalu menjadi serangga, kemudian menjadi binatang liar, lalu binatang peliharaan, dan terakhir menjadi manusia. Proses ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana. Setiap tahapan pencerahan pada proses kehidupan ini berdasarkan filosofi Buddha digambarkan pada relief dan patung pada seluruh Candi Borobudur.

Bangunan raksasa ini hanya berupa tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk. Bagian dasar Candi Borobudur berukuran sekitar 118 m pada setiap sisi. Batu-batu yang digunakan kira-kira sebanyak 55.000 meter kubik. Semua batu tersebut diambil dari sungai di sekitar Candi Borobudur. Batu-batu ini dipotong lalu diangkut dan disambung dengan pola seperti permainan lego. Semuanya tanpa menggunakan perekat atau semen.

Sedangkan relief mulai dibuat setelah batu-batuan tersebut selesai ditumpuk dan disambung. Relief terdapat pada dinding candi. Candi Borobudur memiliki 2670 relief yang berbeda. Relief ini dibaca searah putaran jarum jam. Relief ini menggambarkan suatu cerita yang cara membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur. Hal ini menunjukkan bahwa pintu gerbang utama Candi Borobudur menghadap timur seperti umumnya candi Buddha lainnya.


Perayaan Waisak di Borobudur

Setiap tahun pada bulan purnama penuh pada bulan Mei (atau Juni pada tahun kabisat), umat Buddha di Indonesia memperingati Waisak di Candi Borobudur. Waisak diperingati sebagai hari kelahiran, kematian dan saat ketika Siddharta Gautama memperoleh kebijaksanaan tertinggi dengan menjadi Buddha Shakyamuni. Ketiga peristiwa ini disebut sebagai Trisuci Waisak. Upacara Waisak dipusatkan pada tiga buah candi Buddha dengan berjalan dari Candi Mendut ke Candi Pawon dan berakhir di Candi Borobudur.

Pada malam Waisak, khususnya saat detik-detik puncak bulan purnama, penganut Buddha berkumpul mengelilingi Borobudur. Pada saat itu, Borobudur dipercayai sebagai tempat berkumpulnya kekuatan supranatural. Menurut kepercayaan, pada saat Waisak, Buddha akan muncul secara kelihatan pada puncak gunung di bagian selatan.

Saat ini, Borobudur telah menjadi obyek wisata yang menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, Candi Borobudur telah menjadi tempat suci bagi penganut Buddha di Indonesia dan menjadi pusat perayaan tahunan paling penting penganut Buddha yaitu Waisak.

Borobudur menjadi salah satu bukti kehebatan dan kecerdasan manusia yang pernah dibuat di Indonesia. Borobudur menjadi obyek wisata dan budaya utama di Indonesia selain Bali dan Jakarta. Setelah mengunjungi Borobudur, Anda bisa juga mengunjungi desa di sekitarnya seperti Karanganyar yang memiliki beberapa obyek wisata menarik.


Golden Temple
Sahib Harmandir (Artinya Abode Allah) atau hanya Kuil Emas di Punjab, India adalah kuil paling suci Sikh. Untuk Sikh, Kuil Emas melambangkan kebebasan dan kemerdekaan spiritual yang tak terbatas. Situs Kuil dimulai dengan danau kecil yang begitu damai. Bahkan Buddha datang ke sana untuk bermeditasi. Ribuan tahun kemudian, Guru Nanak, pendiri Sikh juga tinggal dan bermeditasi di danau.
Pembangunan Kuil Emas dimulai pada tahun 1500-an, ketika Guru Sikhisme keempat memperbesar danau yang menjadi Amritsar atau kolam dari Nectar of Immortality, yang tumbuh sekitar candi dan kota. Kuil itu sendiri dihiasi dengan patung marmer, disepuh emas, dan tertutup batu mulia.



Amritsar, terletak ke sudut barat laut Punjab kuno, adalah ibu terbantahkan agama Sikh dan tujuan populer bagi wisatawan dari segala lapisan dan agama. daya tarik utama kota kuno adalah Sahib Harmandir, informal dikenal sebagai Kuil Emas, bangunan suci yang menjulang dikunjungi oleh jutaan peziarah agama setiap tahun.

Seperti Mekah adalah Muslim, The Golden Temple adalah Sikh. Candi, yang pembangunan dimulai pada abad 16, dimaksudkan sebagai tempat di mana orang-orang dari semua lapisan masyarakat bisa datang dan menyembah Tuhan yang sama. Candi ini dianggap sebagai salah satu tujuan paling pedih di dunia spiritual, dan Anda akan tahu mengapa segera setelah Anda melihat kubah emas yang terbit anggun di atas Amritsar pusat. Kota ini mendapatkan namanya dari tangki suci, atau kolam Nectar, yang mengelilingi candi agung, yang mencerminkan cahaya kuning yang memantul dari dinding berlapis emas dari Harmandir Sahib. Jalur marmer putih mengelilingi tangki suci mengarah wisatawan di seluruh jalan lintas di atas air ke rumah kubah dua lantai. Di dalam rumah ibadah wisatawan yang terpesona dengan pola warna-warni yang rumit yang ornamen dinding marmer dan langit-langit. Mereka yang masuk tidak dapat membantu yang terkesan dengan doa-doa merdu bergema di dalam gedung. Candi ini terbuka untuk pengunjung sepanjang hari dan sepanjang malam. Jangan lupa untuk melepas sepatu Anda.

Sedangkan di Amritsar, pastikan untuk mengambil sore hari berjalan-jalan melalui jalan-jalan sempit di sekitar candi, di mana Anda akan mengamati toko-toko yang berkembang di kota itu, pasar terbuka dan arsitektur historis, yang memadukan Islam, Hindu dan Sikh konstruksi ke dalam harmoni yang unik. Setelah makan di salah satu restoran tak terhitung kota dhabas-lubang-di-dinding-yang melayani beberapa makanan daerah segar dengan harga murah-membuat jalan Anda ke peringatan Baugh Jallianwala, yang memperingati salah satu pembantaian terburuk dari kolonial Inggris periode. Jika Anda punya waktu, jangan lewatkan kesempatan untuk mengalami "penurunan bendera" upacara di Perbatasan Wagah dekatnya dengan Pakistan.

Amritsar sangat diakses oleh penumpang internasional, membual sebuah bandara internasional modern dengan penerbangan harian langsung dari Toronto dan London, dan akses kereta api dari Delhi.


Candi Wisnu Srirangam
Kuil Srirangam (Sri Ranganathaswamy Temple) berada di kota India. Candi ini didedikasikan untuk Wisnu, salah satu dari tiga dewa dalam Hinduisme. Legenda mengatakan bahwa, Lama bijak beristirahat dan meletakkan patung Wisnu berbaring, di atas ular besar. Ketika ia siap untuk melanjutkan perjalanannya, ia menemukan bahwa patung itu tidak dapat dipindahkan, sehingga candi kecil dibangun di atasnya. Selama berabad-abad, kuil “tumbuh” menjadi lebih besar di atas bangunan yang ada.
Kompleks candi sangat besar itu meliputi area seluas lebih dari 150 hektare (63 hektare) dengan tujuh dinding konsentris, yang terluar sekitar 2,5 mil (4 km) panjangnya! Kuil Srirangam terkenal dengan Gopurams atau pintu masuk bawah piramida berwarna-warni. Candi ini memiliki 21 Gopurams total, dengan yang terbesar memiliki 15 cerita dan hampir 200 kaki (60 m) tingginya.



Angkor Wat, Angkor Thom, dan Bayon
Terakhir tapi pasti tidak sedikit adalah candi terbesar dalam sejarah dan inspirasi untuk novel yang tak terhitung jumlahnya dan film aksi Hollywood.
Ankor Wat. Angkor Wat dibangun pada awal abad ke-12 di Kamboja. Candi Hindu pertama yang terkenal di dunia dan didedikasikan untuk Wisnu. Pada abad ke 14 atau 15, menjadi sebuah kuil Buddha.
Dunia Barat melihat  Angkor Wat,  ketika abad ke-16 seorang biarawan Portugis mengunjungi kuil dan fasih menggambarkannya sebagai “konstruksi luar biasa sehingga tidak mungkin untuk menggambarkan dengan pena, terutama karena tidak seperti bangunan lain di dunia.
Kuil ini memiliki menara dan dekorasi dan semua perbaikan yang jenius. Wisatawan mengunjungi Angkor Wat biasanya juga mengunjungi reruntuhan dekat Angkor Thom dan Bayon, dua candi yang fantastis yang merupakan ibukota kerajaan Khmer kuno.
SEPEREMPAT orang di dunia menganut agama Budha dan Hindu. Biasanya, penganut keyakinan ini beribadah di kuil dengan arsitektur yang unik dan berbeda satu sama lain.
Berikut ini 10 candi menakjubkan yang ada di dunia yang dapat Anda kunjungi, seperti dikutip Neotarama:




Tiger’s Nest Monastery
Biara Sarang Tiger bertengger di tepi tebing di ketinggian 3.000 kaki di Bukit Paro. Biara ini merupakan salah satu tempat paling suci di Bhutan.
Legenda mengatakan bahwa Guru Rinpoche, Budha kedua, terbang ke tebing di belakang harimau betina, kemudian bertapa di sebuah gua yang sekarang ada di dalam tembok biara.
Biara, secara resmi dibangun pada 1692 dan direkonstruksi pada 1998 setelah kebakaran. Sekarang, biara dibatasi untuk berlatih Buddhis, retret agama, dan dibatasi bagi wisatawan biasa.


Wat Rong Khun
Wat Rong Khun di Chiang Rai, Thailand tidak seperti kuil Budha di dunia. Semua serbaputih. Struktur bangunan menggunakan hiasan emas di cermin mosaik yang tampaknya bersinar ajaib, dilakukan dalam gaya khas kontemporer.
Ini adalah gagasan dari seniman terkenal Chalermchai Kositpipat Thailand. Sebenarnya, kuil ini masih dalam pembangunan. Chalermchai mengharapkan kuil ini bisa segera selesai sehingga bisa setara dengan gereja Sagrada Familia di Barcelona, ??Spanyol.


Prambanan
Candi Prambanan adalah candi Hindu di Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini dibangun pada 850 sebelum masehi, dan terdiri dari 8 kuil utama dan 250 kuil kecil di sekitarnya.
Hampir semua dinding candi ditutupi dengan ukiran pahatan yang indah dan menceritakan kisah inkarnasi Wisnu, petualangan Hanuman Raja Monyet, legenda Ramayana dan lainnya.



Pagoda Shwedagon
Tidak ada yang tahu persis ketika Shwedagon Paya atau Pagoda di Myanmar ini dibangun. Legenda mengatakan Pagoda dibangun 2.500 tahun yang lalu meskipun arkeolog memperkirakan bahwa itu dibangun antara abad ke-6 dan ke-10.
Orang menyebutnya “kuil emas” yang berarti semua struktur bangunan terbuat dari emas. Seolah-olah semua emas itu tidak cukup, puncak menara kubah stupa ditutupi dengan lebih dari 5.000 berlian dan 2.000 rubi (bahkan ada berlian 76 karat di ujung). Dan, di dalam candi ditempatkan salah satu relik paling suci dalam Buddhisme: delapan helai rambut Buddha.

Temple of Heaven
Temple of Heaven adalah sebuah kuil Tao di Beijing, ibukota Cina. Candi ini dibangun pada abad ke-14 oleh Kaisar Yongle dari Dinasti Ming (yang juga membangun Kota Terlarang) sebagai candi pribadinya, di mana ia akan berdoa untuk panen yang baik dan untuk menebus dosa-dosa umat-Nya.
Arsitektur Candi ini cukup menarik: semua yang ada di Bait Allah, yang mewakili surga, sedangkan tingkat tanah, yang mewakili Bumi, adalah persegi.
POTALA PALACE JOKHANG AND TEMPLE
Potala Palace [wiki], built on top of the Red Mountain in Lhasa, Tibet, China was built by the first emperor of Tibet in 637 CE. The current palace was re-constructed in the mid-1600s by the fifth Dalai Lama.
The Palace consists of two main buildings, the Potrang Karpo (White Palace) and Portrang Marpo (Red Palace). It was the chief home of the fourteenth and current Dalai Lama until he was forced to flee to India when China invaded Tibet in 1959. It is now a state museum.
Jokhan Temple [wiki] is the spiritual center of Lhasa and is considered the most important and sacred temple in Tibet. The temple was built in 642 CE and has since housed the single most venerated object in Tibetan Buddhism: a statue of Gautama Buddha [wiki], the founder of Buddhism.
The city of Lhasa has three concentric paths that pilgrims use to walk to Jokhang Temple. Many actually prostrate themselves along these routes in order to gain spiritual merit!

VARANASI
Varanasi in India is not a temple, but ais ctually a famous Hindu holy city, located at the banks of the Ganges River. It is, however, often called the “City of Temples,” where almost every road crossing has a nearby temple. A center of pilgrimage (as many as a million pilgrims visit Varanasi each year), the city has links to Buddhism and Jainism as well.


Berbagai sumber

Selasa, 02 Agustus 2011

7 Tradisi Tahun Baru nan Unik

Seperti pepatah “Lain lubuk lain ikannya”, begitu pula ragam perayaan menyambut tahun baru di berbagai negara dengan tradisinya masing-masing. Di antaranya, bisa terlihat seperti di bawah ini.
1. Bola Api Viking (Scotlandia)
?
Setiap tanggal 31 Desember, di Scotlandia berlangsung festival tahunan
“Festival of Hogmanay”. Semua lelaki dewasa banyak yang jadi peserta,
dan mereka berparade melalui jalan-jalan utama sambil memegang suluh.
Walhasil, bola-bola api memenuhi udara Scotlandia sepanjang malam tutup
tahun tersebut. Festival ini merupakan tradisi turun-temurun sejak jaman
bangsa Viking menguasai Skandinavia. Mereka percaya bola-bola api
tersebut sebagai lambang pemurnian serta pengharapan pada kembalinya
matahari menyaput musim dingin agar cepat berlalu.
2. Pecahkan Piring di Rumah Tetangga (Denmark)
Warga Denmark punya tradisi unik lain lagi, yaitu memecahkan piring dengan melemparkannya ke pintu di rumah tetangga mereka. Tradisi ini sudah meluas di seluruh Denmark sehingga tak ada satu orang pun yang mengeluh atau memarahi sang pelaku. Kepercayaan tersebut guna mendapat keberuntungan selama setahun. Makanya, bagi keluarga yang paling banyak memecahkan berbagai benda pecah-belah di pintu tetangga, merekalah yang dipercaya paling banyak mendapat keberuntungan.
3. Berbicara pada Roh (Mexico)
Berbicara pada roh-roh merupakan kepercayaan yang melekat erat pada penduduk Mexico, dan malam tahun baru diyakini sebagai saat paling tepat untuk berkomunikasi dengan roh-roh orang mati sebagai cara mendapat pesan tertentu, atau petunjuk akan masa depan. Akhirnya, tradisi ini jadi lahan bisnis tahunan. Contohnya, di Taos Inn, sebuah penginapan di New Mexico? menawarkan paranormal yang siap jadi penghubung dengan dunia roh. Satu sesi selama 15 menit ini dihargai 15 US Dollar.
4. Daun Mistletoe Pengharap Jodoh (Irlandia)
?
Di Irlandia, daun mistletoe kerap
digunakan oleh wanita yang ingin cepat dapat jodoh. Biasanya saat malam
pergantian tahun, gadis-gadis lajang tersebut menaruh beberapa helai
daun mistletoe di bawah bantal sehingga ‘pangeran?? pujaan hati’ bisa
cepat datang melamar mereka. Selain itu, mereka juga percaya kebiasaan
ini untuk menjauhkan dari nasib sial di tahun yang baru menjelang.
?
Daun mistletoe adalah daun yang sering digunakan sebagai hiasan pada
perayaan Natal. Pohon ini sebenarnya tumbuhan parasit dari ordo
Santalales yang terdiri dari keluarga Santalaceae, Loranthaceae, dan
Misodendraceae.
5. Bakar Orang-Orangan Sawah (Ekuador)
Nyaris serupa dengan tradisi warga Skotlandia, di Equador juga merayakan tahun baru dengan api. Namun, di negara Amerika Latin ini, api digunakan untuk membakar Orang-Orangan Sawah (Scarecrows) yang biasanya terbuat dari kumpulan kertas koran dan bilah-bilah kayu. Pembakaran dilakukan tepat tengah malam, jam “00:00″ saat pergantian tahun, dan dilakukan hampir di tiap-tiap rumah. Mereka percaya, dengan membakar Orang-Orangan Sawah, maka terbakar habislah semua hal buruk selama setahun yang lewat. Orang-orangan Sawah tersebut juga dipercaya membuat takut nasib sial, sehingga tahun yang baru bisa membawa keberuntungan dan kebahagiaan.
6. Bertahun Baru di Pemakaman (Chile)
Di Chile, tepatnya di Talca ada tradisi unik setiap pergantian tahun. Warga Talca merayakan tahun baru bersama keluarga mereka yang sudah meninggal. Karenanya, setiap jam 23.00 Walikota Talca membuka gerbang pemakaman utama di Talca. Saat itulah penduduk berdatangan dengan iringan musik klasik dan kerlip lampu yang temaram sebagai pelengkap acara. Tradisi ini mengandung kepercayaan, bahwa orang yang sudah meninggal telah menunggu keluarganya dan harus memulai tahun yang baru bersama mereka. 7. Underwear Warna-Warni (Brazil)
Sebenarnya perayaan ini tidak hanya berlaku di Brazil, tapi juga hingga Bolivia dan Mexico. Penduduk Amerika Latin percaya, dengan mengenakan pakaian dalam (underwear) warna-warni saat malam tahun baru akan membuat nasib baik menghampiri mereka sepanjang tahun. Biasanya yang digunakan adalah warna-warna menyala seperti merah atau kuning. Warna merah melambangkan kehidupan penuh cinta bakal terus menghampiri. Sementara warna kuning untuk meraih kemakmuran lebih mudah. Wah, rasanya perayaan tahun baru di Brazil dan negara Amerika Latin sekitarnya ini paling menggiurkan, ya.
 
Sumber: smasinglights.com